Menghadapi Tren Mobil Listrik, Pemerintah Harus Siapkan Ini

May 29, 2019
Ditulis oleh: Redaksi Harris Mobil

Surabaya - Indonesia akan sulit menghadapi trend mobil listrik jika hal-hal dibawah ini tidak segera dipersiapkan.

Energi fossil termasuk dalam energi yang terbatas. Sedangkan, banyak sekali kebutuhan manusia yang bergantung pada energi tersebut. Salah satunya adalah penggunaan energi fossil dalam bentuk BBM untuk kendaraan pribadi, seperti mobil.

Bahkan, jumlah pengguna mobil semakin hari semakin meningkat. Secara otomatis, cadangan energi fossil semakin menipis. Oleh karena itu, pihak otomotif berinovasi dengan kendaraan yang menggunakan energi yang dapat diperbarui, seperti listrik. Hal itu yang mendasari produksi mobil listrik sedang digencarakan akhir-akhir ini.

Indonesia pun tak mau kalah dengan tren dunia tersebut, mengingat bahwa beralih dari penggunaan BBM ke listrik merupakan salah satu jalan mengurangi penggunaan energi fossil. Namun, di saat sudah akan memasuki tren mobil listrik, Indonesia dirasa belum memepunyai persiapan yang matang. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan menghadapi tren mobil listrik:

  1. Edukasi kepada masyarakat

Jika pemerintah serius degan produksi mobil listrik, edukasi terhadap masyarakat sangat diperlukan. Edukasi tersebut berupa penggunaan mobil listrik, cara penggunaan, pengisian bahan bakarnya, dan sebagainya. Jika sampai hal ini tidak dilakukan, tentu masyarakat tidak mengetahui kelebihan meggunakan mobil listrik, dan tidak tertarik menggunakannya.

Selain itu, para pekerja dan pelaku otomotif di Indonesia juga harus diajarkan bagaimana merakit mobil listrik agar semua komponen tidak hanya diimpor dari luar negeri. Hal itu dimaksudkan untuk menghindarkan perekonomian Indonesia menjadi melemah karena kedatangan mobil listrik yang memiliki komponen berbeda dengan mobil konvensional.

  1. Menyiapkan infrastruktur berupa SPLU di banyak lokasi

Tak kalah penting dari edukasi, infrastruktur juga benar-benar harus disiapkan oleh pemerintah. Saat ini, pemerintah hanya masih mempersiapkan subsidi atau diskon penambahan daya listrik rumah tangga untuk sesorang yang menggunakan mobil listrik. Namun, hal itu dirasa tidak cukup. Dikarenakan listrik bisa saja habis saat di perjalanan, pemerintah diharuskan menyediakan sejenis SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) di jalanan untuk mengisi kebutuhan re-charge listrik.

  1. Menjadikan harga mobil listrik lebih kompetitif

Harga mobil listrik diketahui lebih mahal dibanding mobil berbahan bakar konvensional. Selain karena dilengkapi teknologi tertentu yang berbeda dengan mobil berbahan bakar konvensional, peraturan yang belum begitu jelas mengenai mobil listrik juga membuat mobil listrik dibandrol dengan harga yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pihak produsen meminta agar pemerintah mensubsidi mobil listrik agar harganya dapat bersaing dengan mobil berbahan bakar konvensional.

  1. Membuat regulasi yang lebih jelas mengenai mobil listrik

Saat ini, pemerintah masih menggodok Perpres mengenai mobil listrik. Namun, masih banyak hal yang menjadi kendala terkait penerapan mobil listrik di Indonesia. Dari Perpres tersebut, mobil listrik sebenarnya masih belum dapat diterapkan di seluruh pelosok negeri,  Selain itu, Perpres juga tidak mengatur mobil listrik turunan, seperti hybridplug-in hybrid, dan energi terbarukan. Sehingga dibutuhkan perumusan regulasi yang lebih detail dan matang dari pemerintah mengenai mobil listrik.

 

Keempat hal diatas memang harus dipersiapkan oleh pemerintah sebagi bentuk dukungan terhadap industri mobil listrik jika ingin menggantikan energi fossil  ke listrik. Namun kembali lagi pada mental pengguna mobil listrik, penggunaan mobil listrik yang tidak membuat polusi dan menghemat energi fossil juga harus diguanakan dengan baik dan efektif.

Social media :

Leave a Reply